Skip to content

Kenapa manusia berubah?

January 24, 2010

CHANGE

Selalu saya melihat gambar kawan-kawan lama, rakan seperjuangan..

Yang dulu lain, sekarang sudah lain..

Mengapa manusia berubah ya?

Adakah perubahan fizikal mereka seakan-akan memberi statement bahawa mereka bukan seperti dulu?

Adakah mereka masih kawan saya yang dulu?

Itulah persoalan-persoalan yang sering mengganggu fikiran saya ketika stalking kawan-kawan lama di Muka-Buku, Kawanster, blog, dan sebagainya.

It hurts me so much that people can change so drastically.

Saya tahu, saya tak perfect.

Saya tahu, saya juga banyak dah berubah, banyak dah buat dosa.

Saya tahu, mereka juga tak perfect.

Tapi, kenapa ye?

Kenapa manusia mesti berubah ke arah yang tidak menyenangkan mata memandang ya?

Mungkin hati mereka, sifat mereka masih sama, saya yakin..

Yang menutup aurat tak semestinya baik, yang tidak, tak semestinya tak baik hati.

Tapi  ini bukan soal hati.

Ini soal agama.

Mereka dengan bangga meletakkan Religion: Islam di kolum introduksi di mana-mana sahaja, tapi gambar-gambar mereka tidak langsung menggambarkan sebegitu rupa.

Saya tahu, mesti ramai kawan yang marah saya dengan statement sebegini.

Tak apa. Silalah marah saya.

Banyak kali juga bila nasihat yang diberi, tempelak yang diterima.

Tapi, kawan-kawanku, fikir-fikirkanlah.

MAHU HIDAYAH TAPI TAK MAHU?

Hari-hari, kita doa pada Allah untuk tunjukkan kita jalan yang lurus.

Tak percaya?

1:6 اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Ihdinā ṣ-ṣirāṭ al-mustaqīm

[Our Sustainer Lord Ar’Reh’maan] You guide us on the Straight/Even Path leading to destination.

(al-fatihah:6)

Jelas sekali, dalam solat kita seharian, kita minta Allah tunjukkan kita jalan yang lurus.

Tapi, bila ada orang beri nasihat, yang juga sebenarnya merupakan hidayah untuk kita dalam menuju ke JALAN LURUS itu, kita melenting.

Apakah salah penyampai hidayah itu?

THEY REALLY CARE

Saya juga bersuara bagi pihak ustaz-ustaz dan mufti-mufti yang lantang menegur tentang kebejatan sosial di media massa dan sebagainya.

Mereka menegur atas rasa tanggungjawab, atas rasa kasih sayang sesama manusia, dan sesama umat.

Tapi, sering mereka dikatakan, prejudis dan tidak adil terhadap bangsa sendiri.

Sering dipanah dengan kata-kata,

“Jaga tepi kain sendiri ar! Sibuk nak jaga tepi kain orang tu buat apa?!”

You know what?

If people doesn’t care about your well beings, that means, they don’t give a damn about you and your future!

SESAL DAHULU PENDAPATAN…

Kalaulah aku dengar cakap mak aku dulu, kan tak susah hidup aku sekarang…

Have you ever regretted like this?

That’s actually the same situation with these advise-giving people.

They say things we don’t like, because they care!

“Ada perkara yang kamu tidak suka tetapi ia baik bagi kamu dan ada perkara yang kamu suka tetapi ia buruk bagi kamu, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan kamu tidak mengetahuinya…” (Surah al-Baqarah: ayat 216)

So, people..

If you’re mad at me, please be. I’m not gonna strike back.

But, before that, please think of this sentence.

Terimalah nasihat itu sebelum sampai masa tiada siapa mahu memberi nasihat kepada kita.

Tepuk dada, tanyalah hati.

p/s: Sorry, I tend to mix English and Malay when I’m emotional.😛

3 Comments leave one →
  1. yociy permalink
    February 20, 2010 21:33

    How cute ur message..
    It’s totally right indeed!
    Your blog can open my mind from my problem so helpful..

  2. ZaliZabrina permalink*
    March 14, 2010 12:49

    thank you..
    it’s nothing much..if it helps, I’m glad alhamdulillah..

Trackbacks

  1. Berkongsi . « sebuah catatan – rijal tarbiyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: